Senin, 10 November 2014

Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Pada E-Bisnis Suatu Perusahaan

PENDAHULUAN
E-business merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam teknologi informasi (TI), khususnya manajemen informatika, untuk meningkatkan cara organisai melakukan seluruh proses bisnisnya E-business merupakan interaksi eksternal organisasi dengan para pemasok, pelanggan, investor, kreditor, pemerintah dan media massa, termasuk penggunaan teknologi informasi untuk mendesain kembali proses internalnya. Pada era saat ini perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangatlah pesat. Perkembangan tersebut di ikuti dengan penerapannya yang semakin intensif untuk kegiatan industri, bisnis maupun keperluan lainnya. Sehingga masyarakat pun dapat mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang ada. Begitu pun perusahaan-perusahaan, supaya tetap relevan perusahaan harus dapat mengikuti bahkan mendahului perkembangan dan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Dalam persaingan dunia bisnis yang semakin tinggi, maka diperlukan sebuah sistem kerja yang cepat, efektif dan efisien. Apalagi pada saat ini komunikasi bisnis mulai beralih dari komunikasi langsung hingga komunikasi dengan bantuan internet. Dengan bertambahnya jalur penjualan produk, konsumen tidak hanya berbrlanja di dunia nyata melalui department stores atau mall. Kini penggunaan teknologi memungkinkan bisa melakukan aktifitas pembelian melalui internet dengan tidak harus beranjak dari rumah atau pun kamar tidur, namun cukup membuka computer dengan mengetik alamat situs yang dikehendaki, kemudian aktifitas transaksi dapat dilakukan.Persaingan dalam pelayanan dan tuntutan kebutuhan informasi serta pengetahuan masyarakat saat ini mendorong pemasar untuk memberikan nilai pada pelayanan berupa kemudahan untuk memenuhi kebutuhan informasi. Konsep online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep belanja yang konvensional. Selain proses transaksi bisa menjadi lebih cepat, di internet telah disediakan hampir semua barang yang biasanya dijual secara lengkap. Maka dari itu diharapkan sebuah solusi alternatif yang memungkinkan melakukan transaksi ataupun mengakses informasi tanpa bergantung pada sumber informasi dan lokasi akses sehingga memberikan layanan yang lebih fleksibel bagi konsumen. Sebuah penerapan teknologi yang melengkapi model yang telah ada dan diharapkan memberikan kemudahan yang mendorong terjadinya sebuah transaksi pada bisnis online. Metode yang digunakan
TAHAP PERENCANAAN
Pada tahap perencanaan ini diawali dengan pembuatan dan penyampaian proposal Teknologi Informasi yang memuat hal-hal pokok yang menjadi prioritas-prioritas e-bisnis. Diikuti dengan tahapan pemaparan kasus e-bisnis untuk perkembangan bissnis atau Investasi Teknologi Informasi (TI). Tahap akhirnya adalah penyampaian rencana aplikasi e-bisnis dalam bentuk pengembangannya dan penyebarannya. TAHAP ANALISIS Dalam tahap analisis ini, pengembang sistem harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek penting yang sangat berpengaruh didalam membangun Sistem informasi e-bisnis ini seperti : 1. Kelayakan teknis 2. Pengembailan ekonomis 3. Pengembalian non ekonomis 4. Hukum dan etika 5. Operasional 6. Jadwal
TAHAP PERANCANGAN
Dalam merancangan sebuah Sistem Informasi e-Business harus memperhatikan kebutuhan perusahaan e-business , Kebutuhan operator, Kebutuhan pemakai dan Kebutuhan teknis . TAHAP PENERAPAN Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan rancangan yang telah disusun sebelumnya agar dapat diwujudnyatakan Implementasi untuk prosedur di dalam teknologi komputer akan menggunakan bahasa komputer Sementara itu, untuk proses yang terdapat di luar sistem komputer, disusunlah sebuah konvensi atau perjanjian atau tata tertib, agar setiap orang yang terlibat dapat mengikuti alur yang telah ditetapkan Untuk merealisasikan sistem pada tahap pemaparan ini, ditempuh beberapa metode, antara lain, penggunaan paket aplikasi, pengembangan oleh staf sendiri (insourcing), dan pengembangnan yang dilakukan dengan kerjasama dari pihak luar seperti konsultan atau software house (outsourcing)
TAHAP EVALUASI
Pada tahap ini, dilakukan uji coba sistem yang telah selesai disusun. Proses uji coba diperlukan untuk memastikan bahwa sistem tersebut sudah benar. Karakteristik yang ditetapkan, dan tidak ada kesalahan-kesalahan yang terkandung didalamnya. Disamping memperhatikan metode yang akan digunakan dalam membangun sebuah sistem Informasi e-Bisnis, kita juga harus memperhatikan tahapan-tahapan yang sangat berpengaruh terhadap kualitas dari Sistem Informasi e-Bisnis yang dibangun nantinya, seperti tahapan mendayagunakan komputer personal, jaringan komputer dan internet seoptimal mungkin, membangun halaman web untuk jalinan komunikasi antara Perusahaan dengan konsumen secara efektif dan fleksibel, membangun Sistem Informasi e-Bisnis yang efektif serta Mengembangkan Sistem Informasi yang bersifat inter platform.
HASIL DAN PEMBAHASAN
E-business adalah mengenai penggunaan teknologi internet untuk melakukan transformasi proses bisnis yang dilakukan. Bentuk e-business yang paling mudah terlihat adalah pembelian barang secara online baik retail maupun grosir. (Samantha Shurety.1999. E-businesswith Net.Commerce. Prentice Hall) Definisi e-business menurut IBM adalah sebuah pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi untuk memberikan nilai bisnis yang berbeda dengan mengkombinasikan system dan proses yang menjalankan operasi bisnis utama dengan pemanfaatan teknologi internet. Menghubungkan sistem teknologi informasi tradisional dengan internet akan menjadi sebuah e-business. (Daniel Amor. 2000. The E-business Revolution. Prentice Hall) E-business adalah mengelola bisnis di internet yang terkait dengan pembelian, penjualan, pelayanan terhadap konsumen, dan kolaborasi antar rekan bisnis. Istilah e-business pertama kali digunakan salah satunya oleh IBM pada tahun 1997. (SearchCIO.com) Perusahaan di internet; Penggunaan internet untuk pengelolaan bisnis misalnya untuk menghubungkan dengan konsumen, supplier, pekerja, dan rekan bisnis.; Perusahaan yang menggunakan teknologi internet. (MSN Encarta) Definisi e-business secara sederhana adalah penggunaan internet untuk berhubungan dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier. Penggunaan internet menyebabkan proses bisnis menjadi lebih efisien. Dalam penggunaan e-business, perusahaan perlu untuk membuka data pada sistem informasi mereka agar perusahaan dapat berbagi informasi dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier dan dapat bertransaksi secara elektronik dengan mereka memanfaatkan internet.Beda e-business dengan e-commerce adalah ecommercehanya berupa transaksi secara elektronik di internet sedangkan e-business termasuk juga pertukaran informasi secara online misalnya sebuah perusahaan manufaktur membagi informasi persediaan bahan baku ke supplier, sebuah lembaga keuangan membagi informasi tentang perbankan, credit card, dll dengan konsumen mereka, dan sebagainya. E-bisnis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bisnis yang dijalankan pada internet, atau penggunaaan teknologi internet untuk meningkatkan produktivitas dan keutungan dari suatu bisnis. Berdasarkan beberapa definisi e-bisnis yang dikemukakan di atas, kita dapat menggabungkannya ke dalam suatu definisi e-business yang utuh dengan melihat kesamaan dari setiap definisi tersebut dan menggabungkannya. Kesamaan tersebut dapat kita lihat dari beberapa sudut pandang, yaitu pelaku e-business, alat atau media atau sumber daya yang digunakan, objek atau kegiatan yang menjadi sasaran, tujuannya, dan keuntungan yang diberikan. Hasilnya sebagai berikut:
* Pelaku E-Business
‐ Organisasi, konsumen, perusahaan, supllier, pekerja, rekan bisnis
*Alat/Media/Sumber Daya yang Digunakan
‐ Teknologi informasi dan komunikasi ‐ Komputer, data yang telah terkomputerisasi ‐ Internet
* Kegiatan Sasaran
‐ Kegiatan bisnis ‐ Proses bisnis utama ‐ Pembelian, penjualan,pelayanan, transaksi ‐ Operasi bisnis utama
* Tujuan
‐ Koordinasi, Komunikasi, dan Pengelolaan organisasi ‐ Transformasi proses bisnis ‐ Sharing informasi
*Keuntungan
– Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi – Memberikan nilai bisnis yang berbeda – Efisien – Peningkatan produktivitas dan keutungan
KESIMPULAN
Perubahan dan perkembangan yang sangat cepat dari Teknologi Informasi, mempengaruhi perubahan dan perkembangan ekonomi, termasuk didalamnya perubahan proses bisnis. Proses bisnis akhirnya bergeser kearah e-bisnis, dimana jarak, waktu dan tenaga tidak lagi menjadi penghalang sebuah proses e-bisnis. Membangun sebuah Sistem Informasi e-bisnis harus memperhatikan banyak faktor, agar kegagalan sebuah Sistem Informasi, tidak menjadikan kegagalan proses e-Bisnis itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
santiw.staff.gunadarma.ac.id/…/Pengantar+Electronic+Commerce.doc http://elearning.amikom.ac. http://renaisca.wordpress.com/makalah-pti-2/makalah-pti/bab-ii-pembahasan/e-commerce-dan-e-business/ http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/category/sistem-informasi-akuntansi/e-business/?repeat=w3t
Nama : Achmad Ade Darmawan
NPM : 30112064
Kelas : 3DB09

Selasa, 07 Oktober 2014

Sistem Informasi Akuntansi

1. Jelaskan definisi Sistem Informasi Akuntansi menurut anda !
2. Jelaskan peranan Sistem Informasi Akuntansi dalam rantai nilai atau value chain !
3. Sebutkan dan Jelaskan pihak eksternal dan pihak internal pengguna utama informasi akuntansi !
4. Jelaskan fungsi Sistem Informasi Akuntansi dalam suatu organisasi !
5. Sebutkan dan Jelaskan aplikasi-aplikasi teknologi informasi pada suatu organisasi !
Jawaban :
1. Sistem Informasi Akuntansi adalah Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
2. Peran SIA dalam rantai nilai (value chain) Rantai nilai memiliki definisi suatu penggabungan dari dua aktivitas bisnis yaitu aktivitas utama (primary activities) dengan aktivitas pendukung (supporting activities) untuk membentuk keunggulan kompetitif(competitive advantage) yang dapat menambah nilai perusahaan di mata pelanggan. Lima aktivitas utama(primary activities) dalam rantai nilai yang secara langsung menambah nilai perusahaan di mata pelanggannya:
a. Inbound logistics.Terdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan-bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya.
b. Operations atau operasi adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk jadi.
c. Outbound logistics. Aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk jadi kepada para pelanggan.
d. Pemasaran dan penjualan. Aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan sosialisasi jasa atau produk perusahaan kepada pelanggan
e. Service. Atau pelayanan merupakan aktivitas-aktivitas pendukung pelayanan kepada pelanggan seperti pelayanan purna jual.
3. Pihak internal :
a. Manajer. Dari sisi manajemen/ pengelolaan perusahaan, manajer perusahaan memerlukan informasi akuntansi dalam penyusunan perencanaan perusahaan untuk periode berikutnya, mengevaluasi kebijakan yang diambil perusahaan, serta melakukan tindakan koreksi yang diperlukan
Pihak eksternal :
a. Investor. Melalui informasi akuntansi, investor (penanam modal) dapat menentukan keputusan dalam membeli, menahan, atau menjual investasi mereka dalam saham perusahaan. Keputusan investor seperti ini biasanya terjadi dalam perdagangan efek (saham) di bursa efek.
b. Kreditor. Nasabah yang dipilih kreditor adalah nasabah yang mampu mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya pada waktu yang tepat.
c. Instansi Pemerintah. Informasi keuangan suatu organisasi digunakan pemerintah misalnya dalam hal penetapan besarnya pajak yang harus dibayar oleh organisasi yang bersangkutan.
d. Bagi karyawan. Informasi akuntansi berfungsi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja. Jika perusahaan dalam kondisi baik, maka karyawan akan berkesempatan untuk meminta perbaikan gaji.
4. SIA dalam suatu organisasi merupakan salah satu subsistem dari SIM yang bertugas sebagai pengumpul data aktivitas, terutama yang bersifat keuangan untuk diolah menjadi informasi. Namun karena kompleksnya aktivitas perusahaan terkadang dibutuhkan sistem lain untuk mengumpulkan informasi terutama yang bersifat non keuangan, seperti misalnya jam ketika penjualan berlangsung, usia konsumen yang paling banyak menggunakan produk, data-data seperti ini yang mungkin tidak dicatat oleh SIA. Dengan adanya sistem lain, tak jarang satu data yang sama disimpan pada dua sistem yang berbeda, hal ini tentunya merupakan suatu pemborosan bagi perusahaan, maka dari itu diperlukan pemahaman terhadap sistem pada umumnya dan SIA pada khususnya agar dapat membuat suatu sistem dengan data yang saling terintegrasi.
5. Aplikasi-aplikasi teknologi informasi pada suatu organisasi ialah :
a.Office automation system (OAS) atau biasa disebut juga dengan Virtual Office (VO), konsep OAS menggabungkan penggunaan berbagai peralatan IT (Information Technology) mencakup hardware dan software) dalam berkomunikasi baik dengan satu orang/unit maupun banyak orang/unit untuk mengurangi penggunaan kertas (paperless) dengan tujuan terjadinya peningkatan kecepatan, ketepatan, keamanan kerja di kantor dan meningkatkan produktivitas kerja

b.Knowledge work systems (KWS) adalah sistem informasi yang membuat dan mengintegrasikan pengetahuan baru ke organisasi. Knowledge Work System mendukung para pekerja professional seperti ilmuwan, insinyur, dan doktor dengan membantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.

c.Informatic Management System SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).


sumber :
http://egijulianto.blog.com/2011/10/07/sistem-informasi-akuntansi/
http://alfahinata.tumblr.com/post/11307253317/pengertian-dan-ruang-lingkup-sistem-informasi-akuntansi
http://blogsaya12.blogspot.com/2011/10/sistem-informasi-akuntansi.html


Nama : Achmad Ade Darmawan
NPM : 30112064
Kelas : 2DB09